Minggu, 23 Maret 2014

Gangguan Pendengaran


Telinga terbagi menjadi tiga bagian, yaitu telinga luar (dari daun telinga hingga gendang telinga), telinga tengah (suatu ruang yang dibatasi oleh gendang telinga dari telinga luar dan terdiri atas rangkaian 3 tulang pendengaran dan Tuba Eustachius suatu saluran yang menghubungkan telinga tengah ke daerah hidung belakang), serta telinga dalam (terdiri atas organ pendengaran atau rumah siput dan organ keseimbangan atau vestibular). Mekanisme pendengaran manusia dimulai dengan adanya energi bunyi yang datang dan ditangkap oleh daun telinga dan kemudian masuk ke dalam telinga melalui liang telinga dan menggetarkan gendang telinga. Getaran pada gndang telinga kemudian akan diteruskan melalui rangkaian tulang pendengaran dan mengalami proses amplifikasi. Getaran tersebut kemudian akan sampai pada rangkaian tulang pendengaran terakhir atau stapes dan kemudian dilanjutkan ke rumah siput (koklea). Dalam Koklea, suara bunyi yang telah menjadi energi getar akan diubah menjadi energi mekanik sehingga bunyi tersebut akan mengalami proses yang lebih kompleks sehingga dapat diterima oleh saraf pendengaran kita. Gangguan pendengaran dapat terjadi apabila ada gangguan hantaran suara di salah satu atau bahkan di ketiga bagian telinga.

http://pedulithtkl.blogspot.com




Gangguan pendengaran akibat kelainan pada telinga luar antara lain kotoran telinga, benda asing liang telinga, infeksi telinga luar, infeksi jamur pada liang telinga (otomikosis), trauma pada liang telinga (akibat cotton buds), gangguan perkembangan telinga congenital (mikrotia), dan tumor liang telinga.

Gangguan pendengaran akibat kelainan pada telinga tengah antara lain infeksi pada gendang telinga (otitis media supuratif kronik/congekan), otitis media efusi (akibat dari hipertrofi Adenoid, tumor pada hidung belakang atau kanker Nasofaring), infeksi telinga tengah akibat batuk pilek, gangguan telinga tengah akibat barotrauma (menyelam atau naik pesawat), dan gangguan pada tulang-tulang pendengaran.

Gangguan pendengaran akibat kelainan pada telinga dalam antara lain gangguan pendengaran saraf (sensorineural hearing loss) akibat pajanan bising, obat-obat ototoksik, tuli mendadak, Meniere Disease, dan gangguan pendengaran degeneratif pada usia lanjut (presbikusis).

Tips:
  1. Kontrol ke dokter THT tiap 4 – 6 bulan untuk memeriksakan dan membersihkan telinga. Hindari membersihkan telinga sendiri, terutama pada anak kecil, untuk menghindari trauma pada liang telinga, infeksi liang telinga, dan pendorongan kotoran telinga ke liang telinga dalam
  2. Tidak menunda berobat ke dokter THT apabila dirasakan ada keluhan pada telinga (gatal, nyeri, rasa tertutup, keluar air dari telinga ataupun gangguan pendengaran). Pada keluhan adanya air atau nanah yang keluar dari telinga, harap menghindari masuknya air ke dalam telinga hingga terbukti gendang telinga utuh dari hasil pemeriksaan THT
  3. Apabila batuk pilek tidak membaik, bahkan dirasakan memburuk, harap ke dokter THT untuk menghindari komplikasi ke telinga tengah
  4. Hindari suara bising yang terlalu keras dan lama, misalnya penggunaan earphone saat mendengarkan musik dan memakai Alat Pelindung Telinga (ear plugs, ear muffs) saat berada di lingkungan dengan bising yang tinggi (industri, konser). Ingatlah untuk mengistirahatkan telinga Anda setelah terpapar bising
  5. Berhati-hati dalam penggunaan obat-obat ototoksik (antibiotika aminoglikosida, salisilat, diuretik, obat-obat kemoterapi)
  6. Hidup sehat dan berolahraga rutin. Apabila menderita penyakit lainnya seperti Hipertensi, Diabetes Mellitus, atau gangguan kekentalan darah, harap kontrol teratur ke dokter Anda



0 komentar

Posts a comment

 
© Antam Medika
Designed by Team AntamMedika
Back to top