Jumat, 04 April 2014

Merawat Gigi Berkawat

Gigi yang diberikan kawat untuk tujuan medis maupun kosmetik merupakan pusat berkumpulnya sisa makanan dan plak yang dapat menodai gigi dan membuat warna alami gigi berubah. Gigi memang menjadi lebih rapi, namun disertai dengan timbulnya masalah baru pada gigi. 
Bagi yang memilki gigi berkawat, sangat penting untuk tetap menjaga kebersihan gigi setelah makan dengan pasta gigi yang mengandung fluoride. Setelah menyikat gigi, tetap lakukan pengecekan apabila masih ada sisa makanan yang menyangkut di sela-sela kawat. Gunakan juga obat kumur fluoride yang dapat mencapai sela-sela gigi berkawat yang tidak dapat dijangkau sikat gigi.
Aturan Menyikat Gigi Berkawat
Pilihlah sikat gigi dengan bulu lembut biasa untuk mengawali rutinitas menyikat gigi. Sikat dengan gerakan dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas pada setiap area yang berkawat. 
Kemudian, mulailah menyikat gigi dengan proxabrush atau sikat gigi yang berbentuk seperti pohon Natal. Sikat gigi jenis ini secara khusus didesain untuk membersihkan di antara dua kawat. Gerakkan sikat dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas di antara kedua jalur kawat. Gerakkan beberapa kali sebelum berpindah ke area lain hingga gigi bersih.
Aturan Makan dengan Gigi Berkawat
Memakai kawat berarti mengurangi sedikit kebebasan dalam mengunyah dan melahap apa pun. Memang banyak jenis makanan tetap bisa dinikmati selama makanan dapat dipotong kecil-kecil, namun tetap ada jenis makanan yang sebaiknya dihindari sama sekali agar kawat tidak kendur atau malah terlepas. Jenis makanan tersebut adalah:
1. Makanan yang keras dan sulit digigit seperti apel dan kue yang keras.
2. Makanan yang kenyal seperti karamel.
3. Jagung.
4. Kacang-kacangan yang keras dan wortel.
5. Es dan permen karet.
Kegiatan lain yang perlu diwaspadai oleh orang yang menggunakan kawat gigi adalah kegiatan olahraga. Terdapat kemungkinan terpukul di wajah bagi mereka yang hobi berolahraga sehingga melukai mulut, gigi, atau bahkan wajah. Kenakan pelindung mulut yang didesain sesuai ukuran dan bentuk mulut dan terbuat dari plastik keras dan sanggup melindungi jaringan lunak dalam mulut. 
Jika Kawat Lepas atau Kendur
Masalah yang umum dihadapi adalah ketika kawat rusak, karet mengendur, atau jalur kawat yang mencuat pada tempat yang tidak seharusnya. Hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna kawat gigi walaupun bukan keadaan yang darurat. Namun, sebaiknya tetap menghubungi dokter gigi yang menangani pemasangan kawat. 
Berikut tindakan pertolongan pertama ketika terjadi masalah dengan posisi kawat.
1. Kawat lepas. Kenakan sedikit lilin ortodontis untuk menempelkan kawat ke posisi semula untuk sementara waktu. Biasanya, lilin ortodontis (lem) akan diberikan saat pertama kali memasang kawat.
2. Karet lepas. Jika hal ini terjadi, simpan karet dan segera jadwalkan pemeriksaan dengan dokter gigi yang menangani.
3. Kawat yang mencuat dan rusak. Gunakan ujung pensil yang memiliki penghapus untuk meggerakkan kawat yang mencuat ke posisi yang lebih aman dan tidak mengganggu. Jika tidak berhasil, kenakan sedikit lilin ortodontis (lem) di ujung kawat yang mencuat. Jangan mencoba memotong kawat karena adanya risiko kawat tertelan atau terhirup e paru-paru. Jika terjadi sariawan atau luka akibat kawat yang mencuat, kumur dengan air gara atau obat kumur antiseptik. 
Risiko lain mengenakan kawat adalah adanya kerentanan bibir dan mulut mengalami sariawan. Biasanya, sariawan yang ditimbulkan oleh kawat gigi dapat diobati dengan salep yang mengurangi rasa sakit dan membantu menyembuhkan lukanya.
Direview oleh drg. Nadriati yang berpraktik di RS Antammedika
Sumber : meetdoctor.com

0 komentar

Posts a comment

 
© Antam Medika
Designed by Team AntamMedika
Back to top