Kamis, 15 Januari 2015

LEUKEMIA PADA ANAK


Leukemia merupakan penyakit keganasan sel darah yang berasal dari sumsum tulang. Pada leukemia terjadi gangguan pada sel leukosit atau yang biasa juga disebut sel darah putih. Sel darah putih mengalami pembentukan yang abnormal dan tidak terkendali, fungsinya pun menjadi tidak normal. Oleh karena proses tersebut, fungsi-fungsi lain dari sel darah normal juga terganggu sehingga menimbulkan gejala leukemia.
Dari seluruh penyakit keganasan pada anak, angka kejadian leukemia sekitar 30-40%. Tipe yang terbanyak adalah leukemia akut yang mencapai 97% dari semua tipe leukemia pada anak. Penyebab leukemia masih belum diketahui dengan pasti. Puncak kejadian leukemia adalah pada usia 2-5 tahun.
Gejala klinis dan pemeriksaan darah lengkap dapat dipakai untuk menegakkan diagnosis leukemia. Berikut ini beberapa tanda leukemia pada anak-anak :
  1. Demam dan mudah terkena infeksi
    Karena sel darah putihnya abnormal, sel darah putih yang harusnya bertugas melindungi tidak berfungsi. Akibatnya anak jadi rentan terkena infeksi dan sering demam. Demam dan infeksi adalah tanda awal leukemia, tidak mudah memang membedakan dengan demam lainnya seperti flu. Tapi demam pada leukemia biasanya lebih dari 38 derajat celcius yang berlangsung beberapa hari dan sering terjadi.
  1. Anemia
    Anemia terjadi karena tubuh kekurangan sel darah. Anak-anak leukemia umumnya mengalami anemia dengan ciri-ciri muka pucat, tidak bertenaga atau lemas, gampang lelah dan sesak napas.
  2. Pembesaran kelenjar getah bening
    Kelenjar getah bening yang membesar merupakan salah satu gejala awal yang sering diamati pada anak leukemia. Pembesaran kelenjar bisa terlihat leher, ketiak dan pangkal paha. Pembesaran kelejar biasanya tanpa disertai rasa nyeri maupun tanda radang lainnya.
  1. Mudah berdarah dan memar
    Penderita leukemia mudah mengalami perdarahan. Bisa berupa perdarahan pada kulit, mimisan maupun perdarahan gusi. Pada kasus yang berat bisa terjadi perdarahan pada saluran cerna dan otak.
Gejala lainnya adalah kehilangan nafsu makan, berat badan rendah, sakit kepala, serta pembesaran hati dan limpa.
Penanganan leukemia meliputi kuratif dan suportif. Terapi kuratif bertujuan untuk menyembuhkan leukemianya berupa kemoterapi. Sedangkan penanganan suportif meliputi pengobatan penyakit lain yang menyertai leukemia dan pengobatan komplikasi yang timbul baik akibat leukemia itu sendiri maupun akibat kemoterapi.
Ditulis oleh Dr Liliyanty Chandra, SpA Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Antam Medika.

0 komentar

Posts a comment

 
© Antam Medika
Designed by Team AntamMedika
Back to top